Perbedaan psikologi trader saham vs investor saham


Perbedaan psikologis trader saham vs investor saham

Halo sahabat trader dan investor saham indonesia, Kembali lagi bersama saya kuanyu
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang perbedaan psikologi trader vs investor saham, Mungkin diantara para pembaca sekalian ada yang menjadi seorang trader dan ada juga yang menjadi seorang investor saham dan tentu dari kedua orang ini tidaklah sama dalam hal psikologis, Sebenarnya psikologi yang seperti apa sih yang membedakan kedua pelaku pasar modal ini, Berikut ulasannya

1. psikologis saat harga saham turun dan naik

Perbedaan yang pertama dari seorang trader dan seorang investor saham dalam hal psikologi adalah tereletak pada cara pandang yang mereka miliki, Kalau seorang trader trader saham melihat harga sahamnya anjlok mereka akan pusing tujuh keliling dan mereka berharap-harap cemas harga sahamnya akan naik, Mereka selalu menunggu tiap pergerakan harga saham seperti halnya menunggu berbuka puasa, ea

Terkadang mereka juga memperhatikan setiap detik waktu yang berlalu dan mengamati setiap penurunan dari candelistik, Sambil mata malihat layar komputer dan terus menyaksikan penurunan harga sahamnya, Bila harga sahamnya semakin turun dan merekapun semakin galau tidak karuan, Tetapi berbeda halnya jika harga saham mereka tiba-tiba naik tinggi

psikologi trader saham vs investor saham

Mereka akan senang bukan kepalang apalagi jika harga saham sebelumnya anjlok dan tiba-tiba menjadi naik berkali-kali tentu ini akan menambah kesenangan mereka, Yah itulah seorang trader saham, Saat harga turun nyali menciut dan saat naik nyali berani lagi bagaikan monster yang bangun dari tidurnya itulah ciri khas psikologi dari seorang trader saham saat harga saham mereka turun dan naik, Tapi tidaklah semua trader demikian

Sedangkan seorang investor saham memiliki ciri psikologis yang lebih tenang dan adem, Bila trader saham panik sat harga sahamnya turun berbeda halnya dengan seorang investor saham, Investor saham malah lebih senang saat harga sahamnya turun, mereka begitu menikmati secangkir kopi dan membaca koran, Seakan mereka menikmati penurunan tersebut dan jika saatnya tiba merekapun akan menambah muatan


Psikologi seorang investor saham memang boleh terbilang unik, Hal ini dikarenakan investor membeli dengan mengetahui nilai perusahaan di masa yang akan datang bukan menilai harga saham dalam waktu dekat, Mereka marasa telah membeli sesuatu yang di anggap berharga, Sehingga walaupun harga saham mereka turun berkali-kali mereka tetap tenang karena mereka yakin harga sahamnya akan naik berkali-kali

2. psikologis untuk membeli dan menjual

Seorang trader saham lebih agresif dalam membeli dan menjual saham, Merekapun lebih bringas dalam mencari saham-saham yang bergerak liar setiap harinya, menanti saham pilihan seakan seperti menanti hewan buruan dan saatnya tiba merekapun langsung membeli dan memborong sekian lot, Keagresifan mereka bisa sangat terlihat dari setiap menit waktu yang berlalu, Bahkan dalam hitungan satu hari mereka bisa beberapa kali melakukan aksi jual dan beli


Tetapi dibalik semua aksi jual dan beli yang dilakukan seorang trader tidaklah semulus yang kita duga, Dalam beberapa kali melakukan aksi jual dan beli tak jarang mereka harus cut loss untuk membatasi kerugian yang terjadi dan mengganti serta menutupnya dengan transaksi saham yang lain, Kalau masih untung ya bagus dan jika belu maka harus evaluasi lagi, begitulah cara kerja psikologi seorang trader saham


Berbeda halnya dengan psikologi seorang investor saham, investor saham lebih santai dan tenang, Serta tidak seagresif seorang trader saham, mereka lebih memilih untuk menikmati hidup dengan membeli saham saat harganya turun dan kembali menjual saham tersebut dalam jangka waktu yang lama, Menikmati hidup adalah pilihan tepat untuk mereka, Tidak perlu banyak baca candle, trend, dan lainnya, Cukup banyak baca berita saja tapi semuanya lagi-lagi kembali ke masing-masing individu, Apakah mau menjadi seorang trader saham ataupun investor saham

Oke sahabat investor saham indonesia, Mungkin itu saja untuk pembahasan kita pada pertemuan kali ini tentang perbedaan psikologi trader saham vs investor saham dan semoga artikel di atas bisa bermanfaat untuk kita semua dan akhir kata saya ucapkan sekian dan terima kasih


Penulis : Kuanyu

16 Komentar untuk "Perbedaan psikologi trader saham vs investor saham"

  1. Kalau investor-nya menginvestasikan di tempat yang benar, pasti santai sih. Tapi, kalau ternyata salah tempat, waduh... gagal menikmati hidup.

    Siap. Siap.

    Terima kasih Koko...

    BalasHapus
  2. Baru tau ni bagaimana tepatnya perbedaan psikologi mereka, antara trader saham dan investor saham

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat untuk kita semua,..ea 😀

      Hapus
  3. sha juga memasuki bulan keenam jadi investor saham. Kemaren2 sempet anjlok tapi ya santai wae �� nanti juga naik lagi hehe

    BalasHapus
  4. Sehingga walaupun harga saham mereka turun berkali-kali mereka tetap tenang karena mereka yakin harga sahamnya akan naik berkali-kali...

    adakah ini sejenis 'instinct'?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka tenang karena ada dasarnya teh,..jadi bukan insting,..ea,..kalau pakai insting itu spekulasi 😀

      Hapus
  5. Kalau yang bisa aku simpulkan, trader saham mungkin bisa lebih cepat menguntungkan namun resikonya juga besar, keuntungan besar tapi resiko besar..
    sedangkan investor saham, mungkin resiko kerugiannya rendah tapi nilai keuntungannya mungkin bisa tinggi, hanya saja ini jangka panjang mungkin kaya semacam nabung emas,... mungkin bisa dibilang pasive income yah ??

    saran sya buat kategori newbie saham mas di blog, biar bisa belajar juga sih.. soalnya aku belajar sedikit2 dari blog temen2 yg bhs soal saham, investasi dll..soalnya mau juga maen ginian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas,..terima kasih sarannya,..ea 😀

      Hapus
  6. best quote nya "mereka tidak khawatir harga saham nya turun, karna mereka yakin akan naik berkali kali"
    orang yg bermain saham berarti sudah mngerti ya potensi saham tersebut di masa depan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya gan,..mereka sudah paham betul apa yang mereka beli,..seharusnya sih semua investor begitu 😀

      Hapus
  7. Baru tau lho perbedaan antara keduanya.. hihi nambah ilmu ni kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh,..he-he,..silakan ditambah ilmunya, ea dan jangan lupa ingat blognya dihati ya,..biar semakin cinta,..ha-ha 😂😂

      Hapus
  8. Yang bikin gagal fokus saya adalah, sisi psikolog.
    Keren banget ya ilmu psikolog itu, rasanya dipakai untuk semua bidang kehidupan.
    Kayak matematika aja, eh matematika dipakai di semua bidang juga gak sih? :D

    Jadi pengen mendalami ilmu psikolog, jadi cocok ama blog saya yang nano-nano itu hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blog nano-nano keren itu teh,..teh rey mau bahas psikologi,..bagus itu teh,..nanti teh rey bisa jadi psikopat,..itulah yang suka mutilasi orang secara diam-diam,..ha-ha-ha 😀😂😂😂,..kabur

      Hapus

Silakan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel