Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penyebab panic buy dan panic sell beserta penyebab dan cara mengatasinya

Katakuanyu.com - Ada banyak sekali istilah dalam pasar modal Indonesia, salah satunya adalah istilah panic buy dan panic sell, sebenarnya apa sih pengertian dari kedua istilah ini, dan apa penyebab terjadinya kedua hal tersebut

Baik, di sini penulis akan membahas sedetail mungkin tentang apa itu panic buy dan panic sell beserta penyebab dan cara mengatasinya, berikut penjelasannya

Panic buy adalah sebuah keadaan di mana seorang investor merasa takut terlambat dalam membeli saham yang di incarnya, di mana ia takut tertinggal momen yang tepat ketika membeli sebuah saham, sehingga ia akan berusaha untuk membeli saham tersebut secepat mungkin

Kalau di terjemahkan lebih dalam lagi panic buy ini seperti sebuah tindakan yang terburu-buru dan tidak sabaran, yang membuat seorang investor bertindak cepat sebelum harga saham mengalami kenaikan

Penyebab panic buy dan panic sell beserta penyebab dan cara mengatasinya

Lalu, apa sih penyebab panic buy ini ?, penyebabnya tidak lain, yaitu adanya berita bagus atau good news tentang saham yang ingin di beli. dan berita tersebut akan mengerek naik harga saham yang bersangkutan

Atau bisa juga di karnakan adanya gosip atau desas desus dari sebuah sumber yang kemudian membuat gempar investor yang ada di pasar modal Indonesia

Tindakan panic buy ini sebenarnya tidak salah dan wajar saja di lakukan, mengingat setiap investor pasti ingin mendapatkan keuntungan yang maksimal, oleh karena itu mereka membeli saham di harga terendah sebelum mengalami kenaikan

Akan tetapi pasti ada dampaknya, yaitu kerugian yang bisa saja terjadi jika keputusan yang di ambil tersebut tidak tepat, bisa saja harga sahamnya sudah naik tinggi sehingga keuntunganpun mengecil atau kenaikan harga saham yang bersifat sementara, setelah itu merosot lagi

Untuk mengatasi dampak tersebut ada baiknya kita melakukan analisa jauh-jauh hari terhadap perusahaan yang bersangkutan, jangan mengambil keputusan dalam waktu singkat, karena biasanya hasil yang di dapatkan tidak akan optimal

Sebaiknya lihat dulu, berita tentang perusahaan tersebut, jangan lupa lalukan analisis terhadap harga wajarnya, dan lakukan analisa fundamental dan analisa teknikal yang di rasa perlu

Kemudian yang kedua, yaitu panic sell, panic sell ini adalah kebalikan dari panic buy, di mana seorang investor akan berusaha secepat mungkin untuk menjual saham yang ia miliki, dengan tujuan untuk menghindari kerugian atau menjual sebelum mengalami kerugian

Untuk penyebab dari panic sell ini juga hampir sama dengan penyebab panic buy tadi, dimana ada berita yang beredar, biasanya bad news, yang mengindikasikan akan terjadinya penurunan pada harga saham suatu perusahaan

Atau bisa juga di akibatkan oleh desas desus dari para penebar fear yang ingin menurunkan harga sebuah saham. tapi penyebab yang satu ini kurang berpengaruh karena investor jaman sekarang jauh lebih pintar dan bisa mengakses informasi sebanyak mungkin dari berbagai sumber terpercaya

Untuk mengatasi panic sell bisa di lakukan dengan mencari berita dan informasi terpercaya mengenai isu yang beredar, usahakan untuk tetap tenang dan jangan terburu-buru, lakukan dengan santai dan pertimbangan yang matang sebelum mengambil keputusan.

Itulah sedikit penjelasan saya tentang penyebab panic buy dan panic sell beserta penyebab dan cara mengatasinya. jika artikel ini di anggap bermanfaat silakan di bagikan tapi harap cantumkan nama penulis agar tidak terkena hak cipta, dan selamat bertemu di artikel selanjutnya

Penulis : Kuanyu

kuanyu
kuanyu Saya adalah seorang anak yang hobi membaca,menulis dan blogging,salam kenal dari saya kuanyu

6 comments for "Penyebab panic buy dan panic sell beserta penyebab dan cara mengatasinya"

  1. Pertanyaannya, analisa fundamental dan analisa teknikal yang kemudian dilakukan penjelasannya seperti apa koh? #mungkin bisa jadi artikel tersendiri buat post ke depannya ya xixiixx

    Intinya keduanya, baik aktivitas panic buy dan panic sell sering dilakukan karena sama saman menghindari risiko kerugian ya, makanya cepet cepet beli atau jual, padahal belum tentu dapat return yang maksimal. Bisa aja kemakan isu dukun investasi yang menyyebarkan faktor fear pada pembahasan yang kemarin. Nice post koh, nambahi wawasan saya di pagi yang berfaidah ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo teh, untuk analisa teknikal dan analisa fundamental apa yang harus di lakukan sepertinya sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, cuma memang udah lama banget artikelnya, mungkin bisa di buka kembali, he-he, dan kalau ada waktu akan saya bahas lagi dengan topik yang lebih menarik

      Yup, untuk tujuannya betul teh, yaitu untuk menghindari resiko kerugian, hanya saja cara menyikapinya saja yang kurang tepat, semoga artikelnya bisa bermanfaat untuk kita semua, he-he

      Delete
  2. aku taunya panic buy transfer di dunia sepakbola mas wkwkwk saat mendekati masa masa terakhir bursa transfer

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, masnya sepertinya penggemar sepak bola, he-he

      Delete
  3. Nah, ini nih faktor panic buy yang ngga cuma terjadi di dunia saham, tapi juga di keputusan apapun hal.
    Biar ngga terjadi, kita harus berkepala dingin memutudkan suatu kepentingan.
    Begitu kan, ko 😊

    ReplyDelete

Silakan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan