Saat saham turun Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong tidak panik, ini alasannya


Saat saham turun Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong tidak panik, ini alasannya

Halo sahabat investor indonesia, kembali lagi bersama saya kuanyu

Baca juga pengertian saham zombi

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang dua orang investor legenda di dunia saham, siapa lagi kalau bukan Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong, kita tahu kedua orang ini adalah investor sukses di dunia saham yang mana sering kali dijuluki sebagai sleeping investor atau investor tidur, mereka tidak begitu khawatir terhadap naik dan turunnya harga saham karena mereka menganggap hal itu biasa saja bahkan mungkin ketika saham mereka turunpun mereka masih bahagia.

Sebenarnya apa sih yang membuat seorang Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong bahagia saat harga saham turun dan mengapa sih mereka saat saham turun Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong tidak panik, ternyata ada beberapa alasan yang membuat mereka bisa tidak panik, pasti pada penasaran bukan, baik berikut beberapa hal yang membuat Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong tidak panik saat harga saham yang ia pegang mengalami penurunan, antara lain.

1. dapat harga murah atau diskon

Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong terkenal akan gaya investasi jangka panjangnya, mereka terkesan menjadi seorang investor yang malas, tidak melakukan aktivitas yang tidak begitu penting bagi mereka, seperti halnya trading dan gambling, kedua investor ini diibaratkan sebagai orang yang menggunakan waktu untuk mengembangkan harta kekayaannya bukan malah mengejar waktu untuk mengembangkan harta kekayaannya.

Baca juga keuntungan dan kerugian membeli saham zombi

Dengan menjadi seorang investor tidur Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong yakin mereka bisa menangguk cuan yang banyak dari hasil investasi mereka, itulah kenapa mereka tidak begitu peduli saat harga sahamnya turun, jangankan panik untuk susahpun tidak, malahan mereka memanfaatkan momen penurunan harga saham tersebut untuk membeli saham incaran mereka lebih banyak lag.

2. menghemat uang dan dapat lebih banyak saham.

Alasan yang kedua seorang Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong tidak panaik saat harga sahamnya turun adalah karena mereka bisa lebih menghemat uang untuk membeli saham yang sedang terdiskon, yang sebelumnya dengan harga sekian cuma bisa beli satu lot, tetapi ketika turun mereka bisa membeli lebih banyak saham, entah itu dua lot maupun tiga lot maupun setengah harganya yang jelas penurunan harga saham tersebut bisa menguntungkan sekali untuk mereka.

Bagi Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong saham adalah cara terbaik untuk mengembangkan harta kekayaan mereka, bahkan Lo Kheng sendiri mengatakan bahwa menjadi seoprang investor tidur itu sangatlah mengasyikkan, sahamnya bisa naik berkali-kali lipat dan saat harga sahamnya turun seorang investor tidur memilih untuk memborong saham incaran mereka agar bisa semakin kaya dan tentunya mengasyikkan.

3. keuntungan semakin besar
Mungkin sebagain orang bertanya, kok semakin besar total keuntungan mereka, padahalkan harga sahamnya sedang turun, kenapa bisa demikian, jawabannya adalah karena mereka menambah jumlah saham baru di saat harga sedang berada di bawah, dan ada saatnya tiba ketika market rebound mereka akan membuat keuntunagn yang lebih besar dari sebelumnya.


Hal ini di karenakan saham yang mereka beli tadi saat terjadi penurunan harga, telah memberikan keuntungan sebelum harga awal mereka pertama kali melakukan pembelian di saham yang sama, jadi jangan heran kenapa seorang Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong tidak takut membeli saham lagi saat harga sahamnya sedang turun dalam, karena mereka yakin saham jagoan mereka akan naik kembali dan bisa memberikan keuntungan yang lebih besar sebelum terjadinya penurunan harga.

4. bisa tidur lebih nyenyak

Seorang investor kelas kakap seperti Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong, tidaklah mau memusingkan diri untuk melakukan aksi jual dan beli dalam waktu singkat, atau yang lebih dikenal dengan trading, mereka lebih suka tidur-tidur dan tidur, bisa pergi berlibur tanpa harus takut akan kehilangan uang, apalagi ada kesempatan emas saat harga sahamnya turun tentulah ini menjadi makanan lezat bagi mereka agar mereka dapat menambah kepemilikan sahamnya dan bisa tidur lebih nyenyak di kemudian hari ketika harga sahamnya sudah naik melampaui harga wajarnya.
Oke sahabat investor indonesia, mungkin itu saja untuk pembahasan kita pada pertemuan kali ini, semoga artikel di atas bisa bermanfaat untuk kita semua dan akhir kata saya ucapkan sekian dan terima kasih


Penulis : Kuanyu

27 Komentar untuk "Saat saham turun Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong tidak panik, ini alasannya "

  1. Wuehehehe sahamnya dia banyak banget, dan uangnya juga berlimpah limpahh.. walaupun turun juga gak bakal terasa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dana besar mah lebih kerasa mas turunnya,..ha-ha 😂

      Hapus
  2. saya lagi belajar buat kontrol diri mas, haha, belajar psikologi trading. Biar ga panik kalo harga saham turun, malahan harusnya santai dan memanfaatkan momen. saya pengen seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, rupanya ada trader juga yang mampir ke blog saya,...ea 😀

      Hapus
  3. Saham turun di sini sedikit, yang sana-sana nya lebih gede =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang sana itu dimana teh ya,..ha-ha 😂

      Hapus
  4. hayo yang suka baca mengenai saham2an wajib kesni..banyak dapat ilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, terima kasih teh atas promosinya, semoga blog ini bisa terus mengedukasi banyak investor, terutama investor pemula 😀

      Hapus
  5. Intinya, mereka memikirkan segalanya dengan matang, punya perencanaan jangka panjang, sehingga santai saja kalau saham turun hahaha. Dan mereka pasti punya tabungan wes banyak lah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh, betul itu mereka adalah seorang sleeping investor sehingga mereka enggak begitu peduli kalau harga sahamnya turun palingan mereka akan beli lagi sahamnya kalau turunnya udah dalam banget 😀

      Hapus
  6. Enak yah jadi Warrent Buffet dan Lo Kheng Hong, walau saham turun ngak panik dan membuat tekanan darah menjadi naik.

    Mmmm....celengan mereka gede sih, pantas ngak panik, kalau kita ....wah, bisa2 ngak bisa bobok 7 hari 7 malam, hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh,...kenapa enggak bobok 7 hari 7 malam kang, insomnia ya atau habis jaga malam,...ha-ha 😂😂

      Hapus
    2. abisss...jagai TAHU BUSUK, biar ngak ada yang MENCURI-nya, huahahaha........

      Hapus
    3. Kang Nata gak tidur, karena saham atau karena si dia? *eh wkwkwkwwk

      Hapus
    4. si dia,..wah siapa itu kang,.ayo jelaskan,..ha-ha

      Hapus
  7. .. mereka memanfaatkan keadaan momen penurunan harga saham tersebut untuk membeli saham incaran mereka lebih banyak lagi ..

    Wuah, itu metode berani, ya ...
    Beda banget dengan biasa yang dilakukan pialang saham lainnya ..

    Cckckcck ..
    Ilmu mas Warren Buffets dan ko Lo Kheng Hong mantul, yaaa ..

    Siapakah disini yang akan menyusul jejaknya ?,
    Cuuung ...., unjuk jari 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang jelas saya mas hima,..ha-ha,.karena saya ingin kaya sambil tidur

      Hapus
  8. Kalau saya tidak berani seperti dua tokoh tersebut. ya karena modalnya juga pas-pasan. Paling enak, memang membeli saham saat harga turun, itu untuk jangka panjang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas,..mantap itu tapi jangan asal beli,..he-he

      Hapus
  9. Memang lebih enak beli saham pas lagi diskon bisa borong banyak, tapi jangan banyak2 amat nanti kalap hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya enggak juga teh, selama ada planning yang baik enggak akan ada hal buruk kok, pasti akan berjalan sesuai ekspektasi, walaupun ada perubahan palingan tetap berjalan ke arah tujuan semula,...ea

      Hapus
  10. hahahah, saya kok lebih paham ini ketimbang artikel paling baru.

    Saya jadi ingat waktu kapan hari ikutan kelas reksa dana.

    Waktu itu kami diajarin untuk memilih jenis investasi sesuai keuangan kita.

    Kalau untuk keuangan jangka panjang, bolehlah ambil investasi yang lebih mendebarkan.

    Jadi saat saham turun ya cuek aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi jangan yang gorengan juga teh,..he-he,.gorengan itu sangat mendebarkan bagi sebagian orang tapi tidak saya sarankan untuk investasi jangka panjang

      tapi bagi yang mengatakan bahsa saham gorengan bisa untuk investasi jangka panjang ya resiko tanggung sendiri, kalau untuk spekulasi dan trading, saham gorenganlah pilihannya

      Hapus
  11. saham mungkin turun tapi harta mereka tidak susut haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. ha-ha-ha,..bisa jadi karena mereka punya banyak stock

      Hapus
  12. wah hebat juga ya mereka bisa tenang getu, walaupu harga saham turun getu, munkgin kalau yang lain bisa pusing tujuh keliling ya gan kalau tahu turun harga saham ini ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya gan, enggak semua investor saham punya psikologis seperti mereka, psikologis dan mindset yang luar biasa

      Hapus

Silakan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel