Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara jitu berinvestasi ala Warrent Buffet


Cara jitu berinvestasi ala Warrent Buffet

Halo sahabat investor indonesia, kembali lagi bersama saya kuanyu

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang cara jitu berinvestasi ala warrent buffet, sahabat investor semua pasti tahu bukan siapa itu Warrent Buffet, Warrent Buffet adalah seorang investor lawakan yang namanya sudah begitu melegenda di kalangan investor di seluruh dunia, warrent buffet pertama kali membeli saham saat usianya masih berumur 11 tahun, luar biasa muda bukan, dan hal inilah yang membuat ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia bergantian dengan sahabatnya Bill Gates


 Sahabat investor sekalian pasti penasaran bukan, bagaimana sih cara seorang Warrent Buffet bisa melipatgandakan kekayaanya dari saham, sebelum tambah penasaran langsung saja kita ke pembahasan intinya, berikut cara jitu berinvestasi ala Warrent Buffet

Baca juga 10 tips sukses dari Rudy Salim 

Dalam berinvestasi di saham Warrent Buffet terlebih dahulu membuat sebuah prinsip investasi menjadi 4 kelompok, antara lain

PRINSIP BISNIS

PRINSIP MANAJEMEN

PRINSIP FINANSIAL

PRINSIP PASAR

Oke dari keempat prinsip bisnis tersebut kita akan bahas secara satu-persatu agar lebih mudah dipahami 

PRINSIP BISNIS

Dalam prinsip bisnis sendiri Warrent Buffet percaya bahwa tidak ada perbedaan nyata antar membeli sebuah bisnis secara langsung dan membeli saham dari sebuah bisnis, jadi apapun kasusnya Warrent Buffet selalu mengikuti strategi dasar yang sama, yaitu

1. bisnis yang mudah dipahami

Menurut seorang Warrent Buffet kesuksesan seorang investor berhubungan dengan sejauh mana mereka memahami tentang investasi mereka, pemahaman inilah yang menjadi pembeda antara seorang investor yang memiliki orientasi bisnis dengan para investor nekat atau para spekulan dan tentu kedua orang tersebut memiliki gaya dan pemahaman yang berbeda ketika hendak berinvestasi

2. memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang

Warrent Buffet memahami bahwa pengembalian terbaik dicapai oleh perusahaan yang memproduksi produk atau jasanya selama bertahun-tahun, melakukan perubahan bisnis yang besar tentu juga akan meningkatkan kesalahan bisnis yang besar pula, kemudian untuk menentukan prospek jangka panjang suatu bisnis, kita terlebih dahulu harus melihat apakah bisnis tersebut sebuah waralaba atau sebuah komoditas

Baca juga pengaruh bandar saham atau market maker

Waralaba disini didefinisikan sebagai sebuah perusahaan yang menyediakan produk atau jasa yang dibutuhkan atau yang diinginkan oleh konsumen, yang mana barang dan jasa tersebut tidak mempunyai pesaing dekat serta tidak teregulasi, dimana sebuah perusahaan yang mampu menaikkan harga produk tanpa kehilangan pembeli adalah salah satu ciri sebuah bisnis waralaba yang baik dengan begitu perusahaan tidak perlu takut akan kehilangan pembeli 

3. memiliki sejarah operasi yang konsisten

Warrent Buffet sendiri sebenarnya adalah seorang investor yang sederhana, dia lebih memilih perusahaan yang memiliki sejarah operasi yang konsisten, dimana dalam hal ini perusahaan mampu untuk menghasilkan keuntungan secara terus- menerus sepanjang tahun, dengan begitu, cepat atau lambat keuntungan perusahaan tersebut juga akan berdampak terhadap harga sahamnya, yang akan naik seiring meningkatnya pendapatan perusahaan

PRINSIP MANAJEMEN

Dalam hal ini Warrent buffet sendiri lebih senang manajemen yang berperilaku dan berpikir seperti seorang pemilik perusahaan , hal ini dikarenakan manajemen yang memiliki pemikiran seperti itu tidak akan mengabaikan tujuan utama yang dimiliki oleh perusahaan serta pengambilan keputusan yang rasional akan mendorong tujuan tersebut, kemudian ada 3 hal yang harus kita perhatikan dalam prinsip ini, yaitu

1. manajemen harus rasional

2. jujur kepada pemegang saham

3. melawan imperatif institusional

PRINSIP FINANSIAL

Pada prinsip finansial, Warrent Buffet menegaskan 4 hal, yaitu

1. fokus kepada ROE bukan kepada EPS, hal ini dikarenakan EPS hanyalah sebuah kabut asap bagi seorang investor, hal ini disebabkan karena sebagian besar perusahaan menahan sebagian dari laba tahun sebelumnya sebagai cara agar perusahaan tetap terlihat baik oleh para investor

2. menghitung laba pemilik, hal ini dilakukan untuk menadapatkan cerminan nilai yang sebenarnya

3. cari perusahaan yang memiliki margin profit yang tinggi dan memiliki biaya yang rendah

4. mencari tahu apakah perusahaan menghasilkan keuntungan dari setiap laba yang ditahan, hal ini untuk melihat apakah harga selama beberapa tahun kebelakang harga sahamnya selalu bergerak mengikuti kinerja sahamnya atau tidak 

PRINSIP PASAR

Pada prinsip ini seorang investor akan diarahkan pada satu titik keputusan, yaitu membeli atau tidak membeli sebuah saham dari sebuah perusahaan, dimana pada titik ini investor harus mempertimbangkan dua faktor, yaitu apakah perusahaan tersebut memiliki nilai yang baik atau tidak, dan apakah sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli

Baca juga ini dia investasi paling unik di indonesia

Oke sahabat investor indonesia, mungkin itu saja untuk pembahasan kita pada pertemuan kali ini, semoga artikel di atas bisa bermanfaat untuk kita semua dan akhir kata saya ucapkan sekian dan terima kasih


Penulis : Kuanyu

kuanyu
kuanyu Saya adalah seorang anak yang hobi membaca,menulis dan blogging,salam kenal dari saya kuanyu