Apa itu koreksi dalam dunia saham dan cara menyikapinya


Apa itu koreksi dalam dunia saham dan cara menyikapinya

Halo sahabat investor indonesia, kembali lagi bersama saya kuanyu

       Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan membahas tuntas tentang apa itu koreksi dalam dunia saham, sahabat investor sekalian pasti sering bukan mendengar istilah KOREKSI, sebenarnya apa sih koreksi ini ? dan apa saja penyebab koreksi ini terjadi serta cara menyikapinya, mungkin ada sebagian investor yang masih bertanya-tanya apa itu koreksi, mengapa bisa terjadi dan cara menyikapinya, dan setelah googling mungkin hasilnya tidak memuaskan atau kurang greget, untuk itu penulis akan mengupas tuntas tentang apa itu KOREKSI beserta cara menyikapinya. oke tanpa berpanjang lebar lagi langsung saja kita ke pembahasan.

Baca juga bisnis orang jaman dahulu yang masih eksis hingga sekarang

       Jadi KOREKSI atau dalam bahasa inggrisnya ( correction ) adalah penurunan dalam harga saham, obligasi,komoditas, indeks, atau pasar secara keseluruhan, itu adalah pengertian KOREKSI secara sederhananya......jadi yang harus kita ingat ketika mendengar kata koreksi adalah PENURUNAN. Penyebab KOREKSI ini sendiri biasanya bisa disebabkan oleh berbagai macam hal.

      Salah satunya adalah kondisi pasar modal yang sedang terpengaruh oleh BERITA yang mengkhawatirkan, seperti isu atau berita sebuah perusahaan akan bangkrut, tentu informasi yang seperti ini akan membuat koreksi pada saham perusahaan tersebut, mau tidak mau pasti akan terjadi karena investor takut kehilangan dananya sehingga mereka memilih untuk menjual habis saham mereka di perusahaan tersebut.....yang berefek pada menurunnya harga sebuah saham. perlu diingat kalimat di atas hanya contoh saja dan tentunya KOREKSI juga bisa disebabkan oleh berbagai macam sebab lainnya, baik mikro maupun makro.

       Kemudian berapa besarkah sebuah tren baru bisa dikatakan sebagai sebuah KOREKSI, jadi sebuah koreksi itu terjadi apabila pasar atau saham tertentu mengalami penurunan sebesar 10 %, barulah bisa kita katakan saham tersebut mengalami sebuah KOREKSI, akan tetapi itu hanyalah sebagai acuan untuk menentukan KOREKSI karena ada sebagian orang yang menganggap bahwa KOREKSI baru bisa terjadi jika melebihi batas itu, artinya bisa lebih tinggi dari 10%, wow berarti gede ya.

Baca juga saham BBRI bakal tembus Rp.5000 perlembarnya ini alasannya

     Pada dasarnya KOREKSI yang terjadi di pasar modal itu adalah sesuatu yang wajar-wajar saja dan tidaklah perlu untuk ditakuti, karena didalam pasar modal itu hidup dua ekor hewan, yaitu bear dan bull, jadi ketika kita sedang trading saham maupun investasi saham, jula dan beli, hewan ini akan selalu mengikuti transaksi yang kita lakukan akan ada petarungan setiap harinya oleh dua hewan ini....jika saham sedang naik atau bullish itu tandanya sang bull sedang memenangkan pertarungan akan tetapi jika saham sedang turun dalam sekali atau KOREKSI maka bisa kita katakan bahwa sang bear lah yang memenangkan pertarungan,....jadi gitu sahabat investor sekalian, jadi usahakan kita harus tetap berada di area bull atau benteng dan jangan sampai tertangkap oleh bear atau beruang.


      Oke selanjutnya tentang berapa lama sebuah KOREKSI akan terjadi, jadi sebuah koreksi akan terjadi tergantung dengn berita serta iklim ekonomi juga, tetapi pada normalnya KOREKSI bisa terjadi sekitar dua sampai tiga bulan saja, dan berakhir ketika keluarnya berita bagus ataupun ketika pasar sudah menyentuh batas paling bawah dan investor sudah mulai melakukan aksi beli lagi, jika sudah begini bisa kita pastikan sang bear mulai meninggalkan daerah kekuasannya dan mulai digantikan oleh sang bull......penguasa baru nih ye, he-he.

      Lalu berpengaruhkah sebuah KOREKSI kepada investor jangka panjang ?, jawabannya TIDAK, KOREKSI hanya akan mempengaruhi para TRADER, hal ini dikarenakan tren sebuah koreksi hanyalah berlangsung sementara saja dalam waktu yang singkat,....bahkan bagi seorang investor jangka panjang, sebuah KOREKSI adalah berkah tersendiri karena mereka bisa membeli saham dengan harga DISKON...wow keren yah saham juga ada DISKONNYA, yuk dibeli sekarang, he-he.

Baca juga total kerugian akibat investasi bodong mencapai 88,8 triliun

      ketika saham yang dianggap bagus mengalami penurunan harga bis dibayangkan betapa besarnya peluang yang akan didapatkan dari KOREKSI yang terjadi, oleh karena itu sebagai seorang investor kita harus pandai-pandai melihat peluang dari sebuh KOREKSI,....perlu diingat sebuah KOREKSI  bukanlah sebuah sesuatu untuk kita takuti melainkan sebuah peluang yang selama ini kita nanti-nantikan

      Oke sahabat investor indonesia, mungkin itu saja untuk pembahasan kita pada pertemuan kali ini, semoga artikel di atas bisa bermanfaat untuk kita semua dan akhir kata saya ucapkan sekian dan terima kasih


Penulis : Kuanyu





6 Komentar untuk "Apa itu koreksi dalam dunia saham dan cara menyikapinya "

  1. kondisi suatu negara yang sedang konflik ternyata bisa juga berpengaruh terhdap pasar modal juga ya gan, wah ilmu baru nih gan, jadi paham soal koreksi ini, makasih banyak gan

    BalasHapus
  2. hahhaah, ngakak liat gambarnya, gara2nya Beruang main game mulu, akhirnya saham turun hahaha.

    Tapi bener ya, saya pernah ikut seminar yang membahas bagaimana isue nasional maupun internasional mempengaruhi saham :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, betul itu teh, isu nasional maupun internasional, cepat atau lambat, kecil ataupun besar pengaruhnya nanti juga pasti akan terasa imbasnya ke sebuah saham

      Hapus
  3. Dua binatang itu yah bear dan bull yg menggambarkan naik turunnya saham, jadi kalau ada feeling sahan mau turun jual saja ya mas biar nggak rugi dan juga sebaliknya beli saham perusahaan itu jika ada kecenderungan mau naik

    BalasHapus
  4. Jangan menggunakan feeling mas,he-he, nanti malah jadi judi transaksi sahamnya, gunakan TA jika ingin beli dan jual dalam jangka pendek dan gunakan FA ketika bertransaksi untuk jangka panjang, setiap pergerakan pasti ada penyebabnya seperti yang saya jelaskan di atas mas, he-he 😀

    BalasHapus

Silakan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan topik pembahasan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel